Langsung ke konten utama

Postingan

Pada Akhirnya Kita Akan Tahu Pada Siapa Kita Harus Bergantung

Tulisan ini dibuat pukul 00.43. Bukan karena saya kerajinan bangun jauh lebih awal dari jam tahajud saya, tapi karena malam ini saya sulit tertidur. Batuk yang saya derita membuat saya tidak nyaman untuk memejamkan mata. Sekalinya saya batuk, tenggorokan dan lambung saya terasa sangat sakit. Mungkin saya sedang radang, dan mau tidak mau besok saya harus ke dokter karena gejala ini sudah berlangsung 3 hari. Sepulang dari acara capacity building, saya mulai merasa demam dan disusul radang seperti ini. Entahlah, sepanjang hidup ini saya selalu berpikiran bahwa umur saya tidak panjang. Bukan, bukan karena saya berprasangka buruk kepada Allah. InsyaAllah tidak seperti itu, tapi memang itulah cara yang ampuh untuk membuat saya hati-hati dengan apapun yang saya lakukan dan saya akan selalu bersemangat dalam menjemput kebaikan. Besok saya belum tentu masih hidup, jadi mungkin inilah saat yang tepat  bagi saya untuk berbuat baik. Itu yang saya pikirkan. Jangan menyia-nyiakan kesempatan...

Ruang Penerimaan

Entah, siapa yang pertama kali bilang ini, tapi aku setuju sekali, bahwa menggenap adalah saat untuk berhenti membanding-bandingkan. Membandingkan keluarga, membandingkan kondisi kita dengan pasangan lain, dan yang tak juga kalah pentingnya; membandingkan pasangan kita dengan standar kita sendiri. Bukan, bukan berarti harus menurunkan standar. Hanya saja, menggenap berarti memperluas ruang penerimaan kita. Biarkan apa-apa yang belum sesuai dengan standa r itu menghuni ruang penerimaan, untuk kemudian perlahan demi perlahan, ruang penerimaan itu akan mengkondisikannya untuk terus memperbaiki diri dengan sukarela. Bukan dengan keterpaksaan yang menimbulkan tekanan. Bahkan jikapun pada akhirnya dia tak bisa berubah, tetap di bawah standar yang kita harapkan, setidaknya ruang penerimaan selalu menawarkan kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan yang tersembunyi pada dua kata; apa adanya. Sebagaimana aku selalu berusaha untuk menerima apa adanya kamu. Sebagaimana kamupun dem...

Menjadi Orang Baik

“Jadilah orang baik, nanti Allah pasti memberikan jalan. Bisa jalan menyenangkan yang kita sukai, atau hati yang tenang saat mendapati jalan yang tidak kita sukai” Kalimat yang diucapkan teman saya melalui telepon ini meninggalkan kesan yang begitu mendalam di ingatan saya saat ini. Namanya mas Nug-nug. Beberapa hari terakhir saya terpaksa memberanikan diri menghubungi beliau untuk menanyakan beberapa hal dan meminta dinasehati. Ia adalah sosok kakak yang baik, hidup sederhana, dan memaknai kebahagiaan dengan sederhana. “Jadi apa saranmu, Mas?”, tanya saya waktu itu. “Gini ros…aku tidak bisa banyak membantu untuk kasusmu ini. Tapi aku akan semaksimal berusaha. Pesanku Cuma satu, bukan untuk kamu saja. Tapi untuk aku juga. Jadilah orang baik. Nanti Allah pasti memberikan jalan. Bisa jalan menyenangkan yang kita sukai, atau hati yang tenang saat mendapati jalan yang tidak kita sukai”

Menjadi Panutan

Salah satu resolusi saya untuk menikmati liburan selama 10 hari ke depan adalah menonton dan membuat resume 40 video Nouman Ali Khan yang sengaja saya download saat koneksi internet di kosan sedang kenceng-kencengnya. Video yang saya pilih untuk saya review pertama kali berjudul “Today’s youth & the search for the role model” . Tema ini sengaja saya pilih bertepatan dengan momen yang baru saja berlalu yaitu maulid nabi Muhammad SAW. Bagi kaum muslim, tentu kita semua sepakat bahwa nabi Muhammad merupakan sosok manusia yang akan menjadi panutan kita dalam bertindak. Meskipun beliau tidak lagi hidup dan memberikan ilmunya langsung kepada kita, lalu apa peran kita sebagai generasi selanjutnya agar Islam menjadi kembali Berjaya?. Jawabannya adalah : menjadi panutan . Video berdurasi 15 menit ini sukses membuat saya merenung tentang “sosok diri saya” : apakah selama ini saya sudah berusaha menjadi panutan yang baik?. Itulah pertanyaan yang saya ulang-ulang dan akan s...

Menyederhanakan Kebahagiaan.

Aku ingin menjadi wanita yang mudah di bahagiakan. Yang untuk bahagia, ia hanya tinggal mengungkapkannya dengan doa. Berterimakasih pada Tuhan atas apa yang dipilihkan untuknya… Aku ingin menjadi wanita yang mudah berbahagia. Yang syarat bahagianya paling sederhana. Saat ia merasa bahwa Tuhan selalu membersamai jalannya.. Ia selalu merasa semua baik-baik saja. Aku ingin menjadi wanita yang mudah merasa bahagia, Dengan siapapun… dengan apapun…. dan dalam kondisi seberat apapun :) Bandung, 22 Oktober 2015

“KEJUJURAN” adalah cara kita menghargai diri sendiri.

Tulisan ini dibuat sebagai self reminder kepada diri saya yang penuh dengan kekotoran dalam lisan, laku, dan pikiran.  Semoga bermanfaat bagi yang ikut membaca… :) Pernah tidak merasa menyesal saat kita baru saja melakukan sesuatu yang berlawanan dengan suara hati kita?. Contoh kasus          : pembatalan janji dengan tiba-tiba. Setting waktu         : pukul 4.00 pagi Setting tempat       : rumah Setting agenda       : janji untuk membantu teman mengurus kegiatan sosial. Kronologi            : jauh-jauh hari, seorang teman meminta kita untuk membantu acaranya. Kita pun mengiyakan dan menyanggupi ketika diberikan amanah menjadi salah satu relawannya. Acara itu dilaksanakan di hari Sabtu, pagi betul, jam 6 pagi sudah harus kumpul di TKP. Berdasarkan hitung-hitungan sederhan...

Progress Program Petani Sejahtera (PESAT) di Kampung Turalak, Desa Ramea, Oleh Awardee LPDP PK-40

Halo teman-teman....berikut kami lampirkan progress dari Program PESAT (Petani Sejahtera) yang dilaksanakan oleh Awardee Beasiswa LPDP PK-40. Saat ini proses pembibitannya sudah selesai, pengolahan melinjo in progress, penyuluhan manajemen keuangan on progress, dan pembelian alat transportasi untuk membantu para petani dalam mengangkut hasil pertaniannya masih diusahakan melalui fund raising. Total dana yang kami butuhkan untuk menjalankan semua program di Kampung Turalak, Desa Ramea ini adalah sebesar Rp. 220.000.000 Bagi kamu yang ingin berpartisipasi, kamu bisa membantu kami dengan menyisihkan uang Rp 5000 (atau lebih). Bantuan tersebut dapat teman-teman salurkan melalui transfer ke rekening angkatan kami : BRI, no rekening 039301002474539. a/n Indah Permata Sari Konfirmasi transfer : Nama_Jumlah Transfer_Tanggal Transfer. ke Indah (0818491771) Untuk mengetahui informasi seputar program kami, teman-teman dapat menyaksikan melalui video kami di : https://w...