Langsung ke konten utama

Postingan

Memaknai kehilangan....

Hari ini hari Jumat tanggal 25 Oktober 2013 yang insyaAllah akan menjadi hari yang aku ingat seumur hidupku .... Saat ini aku sedang duduk di warnet dengan pikiran kosong, linglung, tidak tahu lagi bagaimana harus menggambarkannya.. Mungkin hanya Allahlah yang tahu tentang sakit yang aku rasakan. Hari ini aku kehilangan semua benda-benda yang sedang aku butuhkan. Laptop, BB, HP yang baru dibeli 1 minggu yang lalu, uang cash, semua ATM, dan semua kartu identitas. Semua ludes hanya dalam hitungan menit.  Ya, aku baru saja mengalami musibah. Subuh tadi ada seseorang yang begitu teganya mengambil semua itu di kamar kosan. Aku tidak memiliki firasat apa-apa jika aku akan menghadapi musibah ini, atau aku memang tidak peka dengan peringatan Allah lewat munculnya keinginanku untuk membeli harddisk selama 2 hari yang lalu. Tepat pukul 2 malam aku tertidur setelah membaca slide kuliah Sistem Penghantaran Obat yang akan diujikan esok harinya. Pukul 04.30 aku terbangun kare...

HIDUP ITU......Mungkin seperti saat berjualan ketupat hari ini.

Idul Adha tahun ini sedikit berbeda. Saya merasakan bahwa berkah dan hikmahnya begitu luar biasa menyapa kehidupan saya. Hari itu, hari Minggu, saya memutuskan untuk berkunjung ke tempat Mama saya, di Cengkareng. Mama saya adalah penjual sayuran segar, bumbu dapur, dan buah-buahan di salah satu pasar besar di wilayah Cengkareng. Saya mengunjungi beliau dengan pertimbangan sederhana “Ini adalah hari besar, pasti banyak orang yang berbelanja ke pasar. Mama pasti kecapekan karena tidak seorang pun membantunya”. Saya harap kedatangan saya disana akan sedikit meringankan bebannya. Setelah meminta ijin untuk tidak liqo kepada murabbi dan teman-teman seliqoan, saya mengemasi barang-barang saya dan memutuskan untuk pergi menjenguk mama hari itu juga setelah mengajar anak-anak yayasan di Cijantung. Sesampainya di tujuan, saya disambut hangat oleh Mama. Beliau selalu menyunggingkan senyum saat bertemu dengan anak-anaknya. Seperti dugaan saya sebelumnya, beliau ternyata suda...

Mereka memang miskin, tapi mereka punya hati yang kaya :)

Penjual kacang yang tahu prioritas. Saat melihat orang yang jualannya laris manis, kita sering mendengarkan orang mengatakan “waah, dia jualannya laku banget! kayak kacang goreng aja!”. Adakah hubungan antara “kacang goreng” dengan “laris manis”? saya rasa tidak ada hubungannya. Toh, tidak semua pedagang kacang goreng dibanjiri dengan pembeli. Dua hal yang berbeda tidak bisa dijadikan sebuah analogi jika tidak menghasilkan sebuah hubungan timbal balik yang sama. Tapi saya tidak ingin membahas tentang kacang goreng. Saya ingin membahas tentang kacang rebus..hehe..Tidak semua penjual kacang itu dagangannya laris manis. Buktinya adalah penjual kacang rebus di stasiun Pondok Cina yang akan saya ceritakan ini. Tiga hari yang lalu saya dibuat berdecak kagum oleh penjual kacang rebus.  Ditengah-tengah kesibukannya berjualan, bapak-bapak tersebut selalu memprioritaskan ibadah diatas segalanya. Setiap adzan maghrib berkumandang, beliau segera menyelinap pintu gate ini di stasiun untu...

Jangan sepelekan kebaikan dan keburukan, sekecil apapun itu! :)

Selasa, 30 Juli 2013 Hari ini adalah hari ke-25 aku berada di Pare dan besok sore aku harus segera meninggalkan tempat yang menyenangkan ini. Saat ini aku sedang sangat ingin menulis. Aku ingin menulis apa yang aku dengarkan dari khutbah imam shalat Tarawih tadi. Sungguh, khutbah yang beliau sampaikan begitu meninggalkan kesan yang mendalam dan sedikit banyak membuatku berintrospeksi. Dan aku pikir, aku harus menyampaikan kepada orang lain agar ilmu ini tidak berhenti hanya sampai kepadaku. Apalah gunanya banyak ilmu jika tidak kita ajarkan kepada orang lain? J Jangan pernah menyepelekan kebaikan sekecil apapun itu! Jika anda penggemar surat Luqman (seperti saya :p), anda tentu tidak akan asing dengan ayat ini : Allah   Ta’ala   berfirman, يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ “(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya j...